Showing posts with label Tokoh Masyarakat. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Masyarakat. Show all posts
Saturday, September 14, 2019
Kisah Sukses Mark Zuckerberg ( Pendiri Facebook )
Sejak muda sudah keranjingan komputer. Ketika di Harvard sempat jadi pemberontak dengan membuka website data mahasiswa, ia pun diperkarakan. Lalu Facebook yang dibuatnya menggoncangkan dunia dan membawanya menjadi anak muda terkaya di dunia.
Namanya Mark Elliot Zuckerberg, dilahirkan di Dobb Ferry, West chester County, New York, 14 Mei 1984. Sekolah menengah di Ardsley High School, Ardsley, New York (1998-2000) dan Phillips Exeter Academy, Exeter, New Hamshire (2000-2002). Pendidikan universitas di bidang psikologi, Harvard University (drop-out). Perusahaan yang dimiliki, Facebook Inc. Kekayaan US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 13,5 triliun), ranking ke-785 orang terkaya dunia versi Majalah Forbes 2008.
Adakah yang tidak mengejutkan dari data tersebut? Zuckerberg baru akan genap berusia 24 tahun pada Mei ini. Ia tak menyelesaikan kuliah di Harvard University tetapi berhasil membangun Facebook yang membuatnya mengumpulkan kekayaan sampai Rp 13,5 triliun. Siapapun akan menyebutnya luar biasa. “Dia adalah billionaire termuda di dunia saat ini, dan kami yakin ia adalah billionaire ter muda sepanjang sejarah yang mengumpulkan sendiri kekayaannya,” ujar Matthew Miller, associate editor Majalah Forbes.
Sebelum ini Forbes pernah memasukkan anak belia di deretan orang terkaya dunia namun mereka mendapatkannya dari warisan orangtuanya yang meninggal. Sedangkan Zuckerberg mendapatkannya dari hasil kerjanya. Lalu majalah ini menobatkan Zuckerberg sebagai “The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet” tahun ini.
Awalnya Direktori Mahasiswa Zuckerberg lahir di kawasan bernama Dobbs Ferry, Westchester County, kota New York. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari orang tua pasangan dokter gigi – psikiater. Sejak kecil Zuckerberg suka mengu tak-atik komputer, mencoba berbagai program komputer dan belajar membuatnya. Ayahnya sendiri membelikannya komputer sejak ia beru sia delapan tahun. Saat di sekolah menengah Phillips Exeter Academy, ia dan rekannya, D’Angelo, membuat plug-in untuk MP3 player Winamp. Plug-in adalah program komputer yang bisa berinteraksi dengan aplikasi host seperti web browser atau email untuk keperluan tertentu.
Zuckerberg dan D’Angelo membuat plug-in untuk menghimpun kesukaan orang terhadap aneka jenis lagu dan kemudian membuat play list-nya sesuai selera mereka. Mereka mengirimkan program itu ke berbagai perusahaan termasuk ke AOL (American Online) dan Microsoft. Pada tahun terakhimya di Phillips ia direkrut oleh Microsoft dan AOL untuk suatu proyek.
Saat melanjutkan sekolah ke perguruan ting gi keduanya harus berpisah. D’Angelo masuk Caltech sedangkan Zuckerberg masuk Harvard. Di Harvard inilah Zuckerberg menemukan ide membuat buku direktori mahasiswa online karena universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka. Namun setiap kali ia menawarkan diri membuat direktori itu, Harvard menolaknya. “Mereka mengatakan punya alasan untuk tidak mengumpulkan informasi (mahasiswa) ini,” ujar Zuckerberg kemudian.
Meski ditolak ia selalu mencari cara untuk mewujudkannya. “Saya ingin menunjukkan kalau hal itu bisa dilakukan,” lanjutnya soal kengototannya membuat direktori itu.
Proyek pertamanya adalah CourseMatch (www.coursematch.com) yang memungkinkan teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain di website tersebut. Suatu malam di tahun kedua ia kuliah di Harvard, Zuckerberg menyabot data mahasiswa Harvard dan memasukkannya ke dalam website yang ia buat bernama Facemash. Sejumlah foto rekan mahasiswanya terpampang di situ. Tak lupa ia membubuhkan kalimat yang meminta pengun jungnya menentukan mana dari foto-foto ini yang paling “hot”. Pancingannya mengena. Dalam tempo empat jam sejak ia meluncurkan webiste itu tercatat 450 orang mengunjungi Facemash dan sebanyak 22.000 foto mereka buka. Pihak Harvard mengetahuinya dan sambungan internet pun diputus. Zuckerberg diperkarakan karena dianggap mencuri data. Anak muda berambut keriting ini pun meminta maaf kepada rekan-rekan yang fotonya masuk di Facemash. Tetapi ia tak menyesali tinda kannya. “Saya kira informasi seperti itu harus tersedia (online),” ujamya.
Alih-alih kapok ia malah membuat website baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com). Website ini ia luncurkan pada Februari 2004. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash. Sasarannya tetap sebagai tempat pertemuan sesama mahasiswa Harvard. Dalam penjelasan di website-nya sekarang disebutkan bahwa Facebook adalah suatu alat sosial untuk membantu orang berko munikasi lebih efisien dengan rekan, keluarga, atau rekan kerjanya. Facebook menawarkan navigasi yang mudah bagi para penggunanya. Setiap pemilik account punya ruang untuk memajang fotonya, teman-temannya, network, dan melakukan hal lainnya seperti bisa berkirim pesan dan lain sebagainya.
Banyaknya aplikasi yang bisa digunakan oleh anggotanya membuat Facebook digan drungi banyak orang. Konon hingga saat ini sudah lebih dari 20.000 aplikasi dimasukkan ke dalam Facebook yang bisa digunakan para anggotanya. Setidaknya 140 aplikasi baru ditambahkan ke Facebook setiap harinya dan 95% pemilik account Facebook telah menggu nakan minimal satu aplikasi.
Penyertaan banyak aplikasi ini membuat Facebook berbeda dengan website jejaring sosial terdahulu seperti MySpace. Lalu orang berbondong-bondong mengunjungi website nya dan mendaftar jadi anggotanya. Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh mahasiswa Harvard sudah memiliki account di Facebook. Ternyata tak hanya mahasiswa Harvard yang tertarik, beberapa kampus di sekitar Harvard pun meminta dimasukkan dalam jejaring Facebook. Ini membuat Zuckerberg kewalahan. Ia lalu meminta bantuan dua temannya untuk ikut mengem bangkan Facebook. Dalam tempo empat bulan Facebook sudah bisa menjaring 30 kampus. Hingga akhir 2004 jumlah pengguna Facebook sudah mencapai satu juta.
Pengguna Facebook terus meningkat. Malah ada sejumlah orang yang tak lagi jadi mahasiswa atau yang masih di sekolah ingin bergabung. Tingginya desakan ini membuat Zuckerberg dan kawan-kawan memutuskan Facebook membuka jaringan untuk para siswa sekolah menengah (di sini SMU) pada Sep tember 2005. Tak lama kemudian mereka juga membuka jejaring para pekerja kantoran. Kesibukan yang luar biasa ini membuat Zuckerberg harus memutuskan keluar dari Harvard. “Apa yang saya inginkan sudah ada di tangan. Saya tidak ingin punya ijazah kemudian bekerja. Menurut saya, pekerjaan hanyalah untuk orang-orang yang lemah,” ujarnya pada Majalah Current.
Zuckerberg dan kawan-kawan kemudian mengembangkan Facebook lebih jauh lagi. Pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk jejaring umum dengan syarat memiliki email. Sejak itulah jumlah anggota Facebook melesat.
Saat ini jumlah anggota aktifnya mencapai 70 juta di seluruh dunia. Jejaring yang dihim punnya mencapai enam juta jaringan (ke lompok pertemanan) meliputi 55.000 jaringan berdasarkan demografi, pekerjaan, sekolah, kolegial, dan sebagainya. Setiap harinya ada 14 juta foto di-upload (dimasukkan ke Facebook). Dan dalam hal jumlah trafik pengakses Facebook menjadi website teraktif ke-6 di dunia dan menjadi website jejaring sosial kedua terbesar versi camScore.
Jual Saham Jadi Kaya, Jumlah anggota Facebook yang jutaan or ang itu menjadi tambang emas yang meng giurkan. Zuckerberg dan kawan-kawan pun menangkap peluang bisnis yang besar. Karena itu ketika jumlah user-nya melebihi satu juta mereka menggandeng Accel Part ners, perusahaan modal ventura, untuk membiayai pengembangannya. Modal yang ditanamkan adalah US$ 12,7 juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah sebelumnya (Juni 2004) men dapatkan dan dari pendiri PayPal sebesar US$ 500.000. Pembenahan pertama dengan tambahan modal itu adalah dengan meng ganti domain-nya dari www. thefacebook. corn menjadi http://www.facebook.com pada Agustus 2005. Setelah itu jangkauan keanggotaannya diperluas menjadi internasional. Hingga Desember 2005 jumlah anggotanya sudah mencapai 5,5 juta.
Meski jumlah user-nya meningkat tajam pada tahun 2005 disebutkan Facebook menga lami kerugian sampai US$ 3,63 juta. Facebook kemudian mendapatkan dana sebesar US$ 25 juta dari Greylock Partners dan Meritech Capi tal Partners. Dana itu digunakan untuk meluncurkan versi mobile-nya.
Pada September 2007 Microsoft melakukan pendekatan dan menawarinya membeli 5% saham senilai sekitar US$ 300 juta hingga US$ 500 juta. Jika nilai itu disetujui maka nilai kapitalisasi Facebook sudah mencapai US$ 6 miliar hingga US$ 10 miliar atau sekitar Rp 54 triliun hingga Rp 90 triliun. Namun Microsoft akhirnya mengumumkan hanya membeli 1,6% saham Facebook dengan nilai US$ 240 juta pada Oktober 2007. Transaksi ini menunjukkan nilai kapitalisasi Facebook ternyata lebih tinggi yaitu sekitar US$ 15 miliar (sekitar US$ 135 triliun).
Setelah itu sejumlah tawaran mengepung Facebook. Li Ka-shing disebut-sebut ikut menginvestasinya sekitar US$ 60 juta pada November 2007. Lalu ada berita yang menyebutkan Viacom, Yahoo, Google, dan sebagainya pun ikut menawar untuk membeli Facebook. Sejauh ini Zackerberg me ngatakan Facebook tak akan dijual.
Melesatnya bisnis Facebook membuat Zackerberg menampuk kekayaan yang luar biasa. Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zackerberg sendiri mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun. Jangankan untuk anak seusia Zackerberg, untuk orang dewasa pun harta sebanyak itu tentu jumlah yang luar biasa besar. Maka wajar jika majalah itu menobatkannya sebagai The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet.
Prestasi yang diraih Zackerberg tak benar -benar mulus. Sejumlah perkara ia dapatkan sehubungan dengan Facebook. Termasuk dari rekannya di Harvard yang menyebutkan rancangan Facebook sebenarnya tiruan dari ConnectU. Namun Zackerberg tetap bergeming bahwa Facebook merupakan hasil karyanya. Meskipun ConnectU kalah dalam persidangan pertama, perusahaan ini mendaftarkan gugatan baru pada Maret 2008.
Kontroversi juga datang dari negara-negara seperti Myanmar, Bhutan, Syria, Arab Saudi, Iran dan sebagainya yang menyebutkan kalau Facebook mempromosikan serangan terhadap otoritas pemerintahannya sehingga akses terhadap Facebook di negara tersebut ditutup.
Di tengah sejumlah kontroversi itu, nama Facebook dan Mark Zackerberg tetap digan drungi banyak orang. Zackerberg sendiri di tengah kepopuleran namanya dan jumlah kekayaan yang dimilikinya, ia tetap sederhana. Ia masih tinggal di apartemen sewaan dan di kamarnya hanya tersedia sebuah meja dan kursi. Kasurnya diletakkan di lantai. Kala datang ke kantornya di Palo Alto, Zackerberg kerap berjalan kaki atau mengendarai sepeda. Tak tampak sebagai miliuner (dalam US$ dol lar, tentunya) atau triliuner (dalam rupiah).
Thursday, September 12, 2019
Kisah Sukses Dahlan Iskan ( Jawa Pos & PLN )
Dahlan Iskan adalah sosok mantan menteri yang cukup fenomenal. Berbagai gebrakan dibuatnya. Kisah hidupnya yang penuh liku mulai dari hidup yang amat susah sampai menderita penyakit yang hampir membuatnya kehilangan nyawa namun bisa menjadi menteri cukup menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beberapa buku pun memuat biografi Dahlan Iskan. Berikut adalah kisah hidupnya.
Masa kecil Dahlan Iskan
Dahlan Iskan mengalami masa hidup yang sulit ketika ia masih kecil. Jangankan untuk bermain mainan seperti anak-anak lainnya, Dahlan justru hanya memiliki baju satu stel yaitu kaos dan celana serta satu sarung.
Ketika sekolah bahkan ia tidak mempunyai sepatu. Sementara ia harus berjalan kaki puluhan kilometer tanpa alas kaki untuk menuju ke sekolahnya. Bisa dibayangkan betapa sakitnya kakinya yang setiap hari harus berjalan sejauh itu, mungkin menginjak batu atau ranting.
Maka untuk memiliki sepatu adalah cita-cita yang amat tinggi baginya saat itu. Namun Ayahnya hanya seorang buruh serabutan yang mendapat penghasilan seadanya, sementara ibunya bekerja sebagai pengrajin batik di desanya. Sulit bagi kedua orang tua ini untuk membelikan sepatu yang saat itu termasuk benda dengan harga mahal.
Penderitaannya semasa kecil bukan hanya itu, sepulang sekolah Dahlan Iskan harus bekerja membantu orang tuanya seperti menyabit rumput, menjadi kuli seset di kebun tebu, menggembala kambing dan lainnya.
Dahlan Iskan Mulai Berkarir
Setamat SMA Dahlan kuliah di IAIN Sunan Ampel dan di Universitas 17 Agustus. Namun kuliahnya tidak tamat karena kesibukan di berbagai hal. Dahlan Iskan pun hijrah ke Samarinda, Kalimantan Timur. Di sana ia menjadi reporter surat kabar lokal.
Pada Tahun 1976, Dahlan kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai wartawan majalah Tempo. Dahlan pun diangkat sebagai kepala biro Tempo Jatim karena tulisan-tulisannya banyak diminati pembaca.
Dahlan Iskan memimpin Jawa Pos
Jawa Pos adalah koran yang hampir bangkrut. Pada tahun 1982, The Chung Shen pemilik Jawa Pos merasa tak mampu lagi mengurus usahanya yang semakin merugi. Akhirnya Jawa Pos pun dijual.
Jawa Pos akhirnya dibeli oleh Direktur Utama PT Grafiti Pers, Penerbit Tempo yaitu Eric Samola. Eric Samola melihat prestasi Dahlan Iskan selama bekerja di Jawa Pos sangat baik dan Eric melihat Dahlan punya keinginan untuk berbuat lebih, maka dari itu pada tahun 1982 Dahlan Iskan dipromosikan menjadi pemimpin Koran Jawa Pos.
Saat awal memegang tanggung jawab itu, Jawa Pos nyaris bangkrut. Oplahnya saja hanya 6.800 eksemplar. Dan tak banyak orang yang tau Jawa Pos. Saat itu di sebelah kantor Jawa Pos ada sebuah Bank yang bernama Bank Karman. Orang jauh lebih mengenal Bank Karman dibanding Jawa Pos saat itu. Namun Dahlan pun bertekad bahwa suatu saat Jawa Pos akan bangkit lagi dan jauh lebih dikenal dibanding Bank Karman.
Dahlan Iskan langsung membuat gebrakan. Saat itu kebiasaan orang membaca koran adalah di sore hari yaitu di saat-saat santai pulang kerja. Dan hampir semua koran saat itu terbit di sore hari. Namun Dahlan mengusulkan kepada seluruh stafnya untuk menerbitkan koran Jawa Pos di pagi hari. Ia ingin memberikan kesan bahwa Jawa Pos memberikan berita yang lebih cepat dan aktual. Namun usulan itu tak serta merta diterima. Pasalnya kebiasaan membaca koran pada saat itu adalah di sore hari.
Akhirnya Jawa Pos terbit di pagi hari. Awalnya masyarakat terkejut ada koran yang terbit di pagi hari. Tetapi dengan sabar Dahlan dan timnya mengedukasi masyarakat untuk membaca koran di pagi hari karena agar masyarakat tau berita lebih cepat dan up to date.
Pelan-pelan masyarakat pun mulai terbiasa membaca koran di pagi hari. Saat itu Jawa Pos hampir tidak ada saingannya karena koran lain tetap terbit sore hari. Akhirnya dalam kurun waktu lima tahun yaitu 1982-1987 Jawa Pos berhasil terbit dengan oplah 126.000 eksemplar. Omset Jawa Pos naik 20 kali lipat dari omset saat ia pertama kali memimpin Jawa Pos di tahun 1982 yaitu mencapai 10,6 miliar.
Dahlan Iskan menjadikan Jawa Pos yang hampir bangkrut menjadi surat kabar yang sukses. Selain itu Dahlan juga berhasil mengubah kebiasaan masyarakat dari membaca koran di sore hari menjadi pagi. Koran lain yang awalnya terbit sore juga ikut terbit pagi hari.
Pada tahun 1993 saat usianya 42 tahun, Dahlan mengundurkan diri menjadi pemimpin redaksi dan pemimpin umum Jawa Pos karena ia ingin memberikan kesempatan pada orang yang lebih muda untuk berkarya. Selaini itu Dahlan Iskan ingin fokus mengembangkan jaringan media Jawa Pos, yang awalnya hanya menerbitkan koran saja, kemudian juga membuat majalah dan juga surat kabar daerah lain. Jaringan ini terkenal dengan nama Jawa Pos News Network (JPNN). JPNN adalah jaringan media terbesar di Indonesia saat ini dengan memimpin 190 surat kabar, tabloid dan majalah serta memiliki 40 percetakan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dahlan Iskan membangun gedung pencakar langit dengan nama Graha Pena untuk pusat aktivitas JPNN pada tahun 1997. Dahlan Iskan juga membangun gedung serupa di Jakarta untuk lebih mengukuhkan keberadaan JPNN di tanah air.
Selain itu Dahlan juga melirik media elektronik dengan mendirikan stasiun TV lokal surabaya yaitu JTV dan SBO, di Pekanbaru yaitu Riau TV, FMTV, di Batam yaitu Batam TV, di Makassar, di Palembang yaitu PTV, dan Parahyangan TV di Bandung juga di kota-kota lainnya. Jumlah stasiun televisi lokal yang didirikan mencapai 34 stasiun televisi lokal.
Selain di bisnis media, Dahlan Iskan juga mengembangkan usahanya ke bisnis real estate dan hotel,. Dahlan Iskan juga memiliki perusahaan yang berkaitan dengan listrik yaitu PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima
Dahlan Iskan memimpin PLN
Keberhasilan Dahlan Iskan memimpin Jawa Pos yang tadinya hampir bangkrut menjadi group perusahaan yang amat berkembang membuat namanya melambung. Bahkan namanya pun menarik perhatian presiden SBY saat itu. Di saat banyak masyarakat yang mengeluh karena seringnya listrik mati, dan dirut PLN saat itu pun banyak menuai kritikan, akhirnya presiden SBY menunjuk Dahlan Iskan untuk membenahi PLN dengan mengangkatnya sebagai dirut PLN.
Di hari pertama memimpin, Dahlan Iskan membuat gebrakan. Ia membuat beberapa program diantaranya bebas bayar-pet se Indonesia dalam waktu enam bulan, gerakan sehari sejuta sambungan, pencabutan capping yaitu batas tarif listrik industri, sehingga lebih adil dan dapat menumbuhkan iklim investasi di Indonesia.
Selain itu saat memimpin PLN Dahlan Iskan juga membangun sejumlah besar proyek seperti membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011 yang saat dipimpin dirut yang sebelumnya PLN hanya berhasil membangun PLTS di 5 pulau. Dan fakta unik yang menarik adalah ternyata selama memimpin PLN Dahlan Iskan tidak mengambil gajinya sebagai CEO PLN dan tidak menempati rumah dinas.
Selama dipimpin Dahlan Iskan PLN banyak mengalami kemajuan. Ia hanya memimpin PLN selama 2 tahun saja. Selanjutnya Presiden SBY menunjuknya untuk menjadi menteri BUMN.
Dahlan Iskan menjadi menteri BUMN
Saat menjabat sebagai menteri BUMN pun ia memilik banyak program. Salah satunya ia ingin membersihkan BUMN dari korupsi.
Nama Dahlan Iskan mulai semakin dikenal masyarakat ketika ia melihat di jalan tol mobil-mobil mengantre sementara ada pintu tol yang ditutup. Ia pun spontan membuka pintu tol tersebut hingga mobil lainnya bisa masuk. Sejak saat itu ia dikenal sebagai menteri yang spontanis.
Salah satu program yang cukup diberitakan saat itu adalah mobil listrik nasional. Ia sadar bahwa bahan bakar fosil suatu saat akan habis dan ia mencanangkan program mobil listri nasional. Enginer-enginer handal Insoneisia diajaknya untuk mengembangkan mobil nasional. Salah satunya adalah Ricky Elson yang saat itu sudah dipercaya bekerja di Jepang.
Prototipe mobil listrik yang diberi nama Tuxuci pun jadi. Dahlan iskan pun ikut mencobanya saat itu. Namun sayang, mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan karena rem blong. Beruntung ia dan rekannya tidak mengalami luka yang berarti. Namun projek mobil listrik nasional terus dijalankan. Setelah Tuxuci, prototipe mobil listrik yang berikutnya dinamakan Selo.
Dahlan Iskan menderita penyakit
Di tengah sepak terjangnya yang begitu aktif, mungkin tak banyak orang yang tau kalau beliau pernah menderita penyakit yang membuatnya hampir kehilangan nyawa. Ia mengalami muntah darah.
Setelah melakukan pengecekan kepada seorang dokter, ternyata liver atau hatinya telah sirosis. Selain itu, hati yang telah rusak juga sudah dipenuhi kanker. Saat itu ia pun divonis dokter hanya bisa hidup sekitar enam bulan, atau paling lama dua tahun. Dokter pun menyarankannya untuk melakukan transplantasi. Operasi itu tentu sangat berisiko tinggi. Di sisi lain mencari donor hati amatlah sulit. Tapi akhirnya transplantasi hati itu berhasil berjalan dengan baik.
Dahlan Iskan Menjadi Calon Presiden
Pada saat pemilu 2014 lalu, Dahlan Iskan sempat mengikuti seleksi calon presiden yang diadakan oleh partai Demokrat. Ia memang bukan orang partai, ia pun memanfaatkan kesempatan seleksi terbuka tersebut.
Dahlan pun menjadi kandidat favorit dan terpilih menjadi calon presiden dari Partai Demokrat dengan mengungguli pesaing lainnya. Namun langkahnya harus terhenti karena perolehan suara Partai tersebut tidak memungkinkan untuk mencalonkan presiden.
Dahlan Iskan terjerat kasus korupsi
Dari kisah hidup Dahlan Iskan yang semasa kecil hidupnya susah namun bisa memimpin perusahaan yang tadinya hampir bangkrut namun jadi berkembang luar biasa, kemudian memimpin BUMN hingga menjadi menteri BUMN, dan sepak terjangnya banyak yang membuat masyarakat kagum, banyak orang yang terkejut ketika Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan gardu PLN oleh kejaksaan tinggi DKI Jakarta.
Menurut Kejaksaan, penyimpangan ditemukan antara lain ketika penandatanganan kontrak pembangunan gardu induk pada 2011, tetapi lahannya belum dibebaskan. Dahlan dianggap bersalah karena melanjutkan proyek untuk menghindari pemadaman bergilir ketika lahannya belum dibebaskan. Kasus ini ditangani Kejaksaan Tinggi Jakarta.
Bukan hanya itu, projek mobil listrik nasional yang diusungnya pun menjadi dipermasalahkan. Jaksa menganggap Dahlan menyalahgunakan wewenang sebagai menteri dengan menunjuk langsung penyedia mobil listrik tanpa melalui tender.
Saat memimpin PLN dan BUMN Dahlan memang sempat mengatakan kalau dirinya siap dipenjara. Dahlan memang dalam memimpin sering “mendobrak aturan” yang dapat menghambat pekerjaan. Keputusannya memang berani, namun hal itu justru menjadi boomerang baginya.
Itulah sekelumit kisah hidup Dahlan Iskan yang mengandung banyak inspirasi. Ia sudah mengalami menjadi anak yang sangat miskin, pernah pula hampir mati karena penyakitnya. Dan kini penetapannya sebagai tersangka menjadi babak baru dalam hidupnya. Apakah ini ujian baru baginya ataukah hukuman?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kisah Sukses Mochtar Riady ( Pemilik Lippo Group )
Nama Mochtar Riadi mungkin sedikit asing bagi Anda yang belum mengenal dunia bisnis dengan baik. Namun jika mendengar nama Lippo Group mu...
-
Teknologi membuat semua menjadi lebih mudah, termasuk dalam dunia perpelancongan. Mulai dari reservasi tiket pesawat, tiket kereta, hotel...
-
Nama Mochtar Riadi mungkin sedikit asing bagi Anda yang belum mengenal dunia bisnis dengan baik. Namun jika mendengar nama Lippo Group mu...






